beauty is something that we can't ever achieve



Rasanya capek banget setiap hari ada aja tren kecantikan yang muncul dan merubah standar kecantikan. Mulai dari Instagram BBL Baddie lalu sekarang tiba -tiba kembali lagi ke 90s Skinny Model Like. Dilanjutkan dengan segala jenis beauty treatment, belasan layer skincare, dan tumpukan makeup. Sampe kadang kepikiran, sebenernya cantik itu sebutan untuk manusia apa bukan sih? Lalu kenapa setiap hari orang mengubah tubuhnya seperti mengubah avatar karakter game?

What beauty really is? Is it means to look young? Fair skin? Slim and 169cm tall? Small face, dolly eyes, small pointy nose, heart shaped lips, slim face, v-shape jaw line? Is it that too much just to be consider as beautiful in the society?

Kadang hidup di era ini tuh rasanya semuanya gampang, kalau kita disupport dengan BCA Mobile mod unlimited money. Bayangin aja, kalo gak suka bentuk tubuh tinggal operasi plastik yang beraneka macam jenisnya itu. Bahkan nih ya, aku pernah baca soal operasi plastik untuk menambahkan tinggi badan. Beneran gila kan? Kalo aku sedesperate itu sama tinggi badan aku, aku tinggal ke dokter minta tulang kaki aku disambungin penggaris 30cm biar layak ikut Indonesia Next Top Model.
Belum lagi dengan kemajuan beauty treatment, yang mana. Kalau mau mancungin hidung, gak harus tu kita rhinoplasty, bisa aja kita ke beauty clinic dan minta alternatif injeksi filler. Pengen rahang kelihatan V-shape, kalo nggak mau terkena pisau bedah, ada cara lain dengan cara tanam benang ataupun nambahin filler di dagu. Ngerasa kerutan di wajah mulai terlihat? Tenang aja kan ada botox.

Saking banyaknya yang berbondong-bondong ingin menjadi cantik, wajah setiap orang yang tadinya punya ciri khas masing-masing, sekarang terlihat generic. Terlebih mereka yang chronically online, banyak yang memilih mempermak wajahnya menjadi tiktok face atau Instagram model face. 

Tapi apakah tindakan di atas bisa memberikan kita garansi kecantikan seumur hidup? Botox harus dilakukan secara konstan agar tetap terlihat bagus, pun juga filler ataupun injeksi lainnya. Walaupun begitu, kulit dan tubuh kita belum tentu bisa bekerja sama. Misalnya botox, cara kerjanya adalah mematikan sel kulit sehingga tidak bergerak, namun seiring dengan menurunnya tingkat elastisitas kulit spot yang biasa mendapatkan botox akan semakin turun dan harus mendapatkan dosis lebih untuk mengembalikan bentuknya.


Menjadi cantik dengan mengikuti tren tidak akan ada habisnya, dan kecantikan yang selalu kita idam-idamkan itu tidak akan pernah mampu kita gapai, karna setiap hari akan ada tren baru untuk mendefinisikan kecantikan. Tujuan dari tulisan ini bukan untuk meng-gaslighting orang yang melakukan treatment tersebut, tapi kritikan untuk pelaku usaha, kapitalisme yang meraup keuntungan dari rasa rendah diri orang lain. It’s so frustrating to see how they market them self, invite so many influencers in order to sell all of their scheme to every insecure woman. So sick to see how much they gain from us, how they fill their bank with our unsolved acne and fat problem, and still don’t want to take any responsibility for their mistake.

p.s. entry ini ditulis pada bulan februari 2024, banyak banget yang terjadi selama setahun belakangan dan mempengaruhi bagaimana perkembangan tren kecantikan hingga saat ini, mungkin entry ini belum mengcover semuanya but i would love to know your opinion about this unrealistic standard for girl.











0 Comments:

Post a Comment

© All Rights Reserved. 2024 . Designed by OddThemes